PGMI S2 Pascasarjana Hidupkan Semangat Riset: Dr. Dian Kurniati Kupas Rahasia Menembus Jurnal Bereputasi
Jember — Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) S2 Pascasarjana Universitas Islam Jember kembali menghadirkan suasana akademik yang inspiratif melalui kegiatan Kuliah Tamu bertema “Dari Research untuk Penulisan Jurnal Bereputasi.”
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Senin ini menghadirkan Dr. Dian Kurniati, S.Pd., M.Pd., dosen Pascasarjana Universitas Jember (UNEJ), sebagai narasumber utama. Dengan gaya penyampaian yang hangat dan komunikatif, Dr. Dian mengajak mahasiswa untuk membangun kebiasaan riset yang berkelanjutan sebagai fondasi menuju publikasi ilmiah yang berkualitas.
“Menulis di jurnal bereputasi itu bukan hal yang mustahil. Semua bisa dimulai dari riset sederhana yang dikerjakan dengan konsisten dan penuh semangat. Jangan takut gagal, karena dari proses itulah kita tumbuh sebagai peneliti sejati,” tutur Dr. Dian dengan penuh motivasi.
Direktur Pascasarjana UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Mashudi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kuliah tamu seperti ini sangat penting bagi mahasiswa S2 PGMI untuk memperkuat tradisi ilmiah dan meningkatkan kemampuan publikasi di jurnal bereputasi,” ujarnya.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan hidup. Mahasiswa terlihat antusias berdiskusi, menanyakan strategi menemukan research gap, memilih jurnal yang tepat, hingga menyikapi hasil review dengan bijak. Setiap sesi menjadi ruang refleksi sekaligus motivasi untuk berani melangkah ke level publikasi ilmiah yang lebih tinggi.
Sementara itu, Kaprodi S2 PGMI, Dr. Sutomo, M.Pd., menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini, S2 PGMI Pascasarjana Universitas Islam Jember menegaskan komitmennya dalam membangun budaya riset yang produktif dan berdaya saing global.
“Semangat ‘Dari riset menuju publikasi bereputasi’ kini menjadi energi baru bagi kami untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan dasar,” pungkasnya.
Penulis: Laili Salimah
Editor: Wildan Khisbullah Suhma



