Diskusi Rutinan Malam Senin PGMI S2: Menggugat Metodologi R&D Media Pembelajaran MI
Suasana akademik Program Studi Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) semakin hidup melalui kegiatan rutinan malam Senin dan malam Kamis yang diinisiasi oleh mahasiswa PGMI S2. Kegiatan ini menjadi ruang strategis pengembangan budaya akademik di luar pembelajaran formal di kelas, khususnya dalam memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi penyusunan tugas akhir (tesis) yang dilaksanakan secara daring.
Rutinan malam Senin yang berlangsung pada Minggu, 14 Desember 2025, merupakan pertemuan kedua setelah rutinan sebelumnya yang dilaksanakan pada malam Kamis, 10 Desember 2025. Forum ini secara khusus difokuskan pada pembahasan dan diskusi kritis tema-tema penelitian tesis, dengan penekanan pada metodologi penelitian yang aplikatif dan kontekstual.
Kegiatan menghadirkan tiga narasumber mahasiswa PGMI S2, yakni Nahdiah Nur Fauziah, S.Pd., Miftakhul Khoir, S.Pd., dan Wildatul Ummah, S.Pd.
Ketiganya berbagi pengalaman riset sekaligus memantik diskusi kritis seputar penggunaan metodologi Research and Development (R&D) dalam pengembangan media pembelajaran Madrasah Ibtidaiyah (MI). Tema besar “Menggugat Metodologi R&D Media Pembelajaran MI” dipilih karena metode ini kerap digunakan, namun sering kali diterapkan secara normatif tanpa pendalaman filosofis, pedagogis, dan kontekstual.
Dalam pemaparannya, para narasumber menyoroti kecenderungan penelitian R&D yang berhenti pada tahap pengembangan produk, seperti media pembelajaran berbasis digital atau modul ajar, tanpa analisis kebutuhan yang mendalam serta tanpa pengujian efektivitas yang kuat di lapangan. Mereka menekankan bahwa media pembelajaran MI tidak dapat dilepaskan dari karakteristik peserta didik, budaya madrasah, kompetensi guru, serta nilai-nilai keislaman yang menjadi ciri khas pendidikan MI.
Ketua Program Studi S2 PGMI, Dr. Moh. Sutomo, M.Pd., memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam menghidupkan diskusi akademik di luar ruang kelas. Ia juga menegaskan bahwa metodologi R&D memang relevan untuk pengembangan media pembelajaran MI, namun harus ditempatkan secara proporsional dan bertanggung jawab secara ilmiah.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Pascasarjana UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Mashudi, M.Pd., memandang kegiatan rutinan malam Senin dan malam Kamis sebagai praktik baik dalam membangun ekosistem akademik Pascasarjana.
"Pascasarjana tidak hanya bertugas meluluskan mahasiswa, tetapi juga membentuk tradisi keilmuan yang kritis, dialogis, dan berkelanjutan," ujarnya.



